Kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan batu bara di Kalimantan Selatan telah meninggalkan luasan lubang tambang beracun dan lahan kritis yang amat luas. Pendekatan pemulihan ekosistem berbasis masyarakat yang digagas bersama WALHI Gunungsitoli memperkenalkan model agroforestri terpadu sebagai solusi pemulihan tanah bekas tambang yang terdegradasi parah. Model ini memadukan tanaman pionir penyerap logam berat, pohon pelindung berkayu keras, serta tanaman pangan bernilai ekonomi seperti sengon, karet, dan jagung. Kombinasi vegetasi ini terbukti mempercepat pemulihan struktur tanah, menetralisir tingkat keasaman tanah, serta mengembalikan unsur hara alami yang telah hilang.
Lahan bekas tambang memiliki karakteristik fisik tanah yang sangat padat, miskin hara, dan memiliki kandungan keasaman (pH) sangat rendah disertai emisi air asam tambang. Penerapan biochar (arang hayati) dan pupuk organik hayati menjadi tahap awal yang wajib dilakukan untuk memperbaiki tingkat kesuburan tanah sebelum bibit tanaman agroforestri ditanam.
Selain memulihkan fungsi ekologis, konsep agroforestri memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar kawasan tambang. Warga lokal dilibatkan secara aktif dalam pengelolaan lahan reklamasi, pembuatan bibit tanaman, hingga pemanenan hasil pertanian nontambang. Pendekatan ini mengembalikan sumber penghidupan warga yang sempat hilang akibat ekspansi industri ekstraktif.
Gerakan reklamasi partisipatif dan penolakan tambang perusak lingkungan terus dikampanyekan oleh WALHI Medan guna mendorong pertanggungjawaban hukum bagi perusahaan tambang yang menelantarkan lubang bekas galiannya. Reklamasi lahan merupakan kewajiban mutlak pengusaha tambang, bukan beban yang ditanggung warga.
Pemantauan keberhasilan pemulihan lahan dilakukan melalui pengukuran kandungan bahan organik tanah, kembali hadirnya mikroorganisme tanah, serta peningkatan daya serap air pada lahan reklamasi. Model agroforestri ini menjadi contoh sukses bahwa lahan kritis dapat dipulihkan menjadi kawasan produktif yang ramah lingkungan.
Sinergi pemulihan lingkungan kawasan pesisir dan daratan yang rusak ini didukung oleh WALHI Sibolga melalui pertukaran modul restorasi lahan terpadu. Penerapan agroforestri terbukti menjadi metode pemulihan paling efektif dalam mengembalikan fungsi sosial dan ekologis tanah bekas tambang di Indonesia.










