Akses terhadap energi listrik yang terjangkau dan ramah lingkungan masih menjadi pergumulan utama masyarakat di pedalaman Nusa Tenggara Timur (NTT). Inisiatif kedaulatan energi berbasis komunitas yang diusung oleh WALHI Padang mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang dikelola langsung oleh warga desa. Pemanfaatan aliran sungai lokal sebagai sumber energi bersih terbukti mampu memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga, sarana pendidikan, dan fasilitas kesehatan tanpa perlu merusak jaringan hutan. Skema mikrohidro terdesentralisasi ini menjadi jawaban konkrit atas masalah ketimpangan energi di wilayah terpencil tanpa bergantung pada bahan bakar fosil.
Pembangunan fasilitas mikrohidro membutuhkan biaya operasional yang jauh lebih murah dibandingkan dengan penggunaan generator bermesin diesel yang mengandalkan ketergantungan pasokan BBM mahal. Komunitas lokal dibekali pelatihan teknis mengenai pemeliharaan turbin, jaringan distribusi kabel, serta manajemen keuangan iuran listrik desa secara transparan.
Keberadaan turbin mikrohidro menciptakan insentif ekonomi ekologis yang kuat bagi masyarakat desa untuk menjaga kelestarian hutan di kawasan hulu sungai. Warga menyadari secara langsung bahwa debit air sungai yang stabil sangat bergantung pada kerapatan tutupan pohon di hutan lindung. Hutan yang terjaga menjamin listrik desa dapat menyala secara bersinambungan.
Kampanye kedaulatan energi terbarukan berbasis rakyat ini terus diperluas oleh WALHI Padangpanjang guna mengikis ketergantungan pada energi fosil yang merusak lingkungan. Mikrohidro terbukti menjadi model energi ramah lingkungan yang paling adil dan memberdayakan ekonomi warga desa secara langsung.
Skema energi terdesentralisasi berbasis komunitas ini juga memperkuat daya tahan desa menghadapi krisis iklim global. Warga desa memiliki kemandirian penuh dalam mengelola sumber daya energinya sendiri tanpa khawatir akan dampak fluktuasi harga energi dunia atau gangguan pasokan bahan bakar luar.
Dukungan advokasi energi bersih mandiri bagi daerah terisolir ini disinergikan oleh WALHI Pariaman melalui pendampingan kelembagaan koperasi energi desa. Penerapan skema mikrohidro berbasis komunitas merupakan bukti nyata bahwa transisi energi bersih berkeadilan dapat diwujudkan dari tingkat desa.










